Selasa, 13 Oktober 2009

Survey ke pengrajin keramix FX Widayanto

Tahun lalu saya bersama seluruh mahasiswa marketing melakukan kunjungan ke kediaman widayanto di depok dan inilah hasil dari laporan saya...





FX Widayanto , tanpanya mungkin dunia keramik akan tenggelam. Dunia keramik patut berbangga mempunyai seorang seniman yang berbakat . Seniman yang bisa hidup dari seni keramik yang amat jarang peminatnya. Terbukti pada tahun 1974 ketika beliau memperdalam seni keramik di ITB hanya ada 2 mahasiswa. Pada saat itu kedua orang tua nya pesimis akan impian seni keramik yang dimiliki maestro keramik itu. Karena pada zaman itu profesi sebagai seorang insinyur, dokter, dan berbagai profesi di bidang ilmiah lebih banyak diminati daripada menjadi seorang pengrajin keramik. Tapi pada akhirnya ia bisa membuktikan kepada orang tuanya dan kepada semua orang bahwa ia bisa meraih kesuksesan. Kesuksesannya dapat dilihat dari hasil jerih payahnya menciptakan keramik dan menjadikan itu sebagai bisnis art. Kesulitannya dalam bisnis ini adalah anak buah beliau yang meninggalkannya dan membangun bisnis sendiri yang kemudian menjadi head competitor,dan yang menjadi puncak kesulitan adalah management baik dari segi produk dan staff control. Ketekunan menjadi kunci yang melandasi kesuksesan beliau. Selain itu dalam menjalani dan mengembangkan itu beliau juga memiliki sifat seperti gigih, tidak mudah putus aja, kreatif, dan punya mimpi yang fokus dan terarah, percaya diri dan harus tiga langkah didepan. Tujuan beliau selain berbisnis adalah dapat berkarya sambil melayani dimana beliau ingin mengajarkan dan menerapkan keramik dari dini supaya seni keramik itu tidak terkikis dan hilang.
FieldTrip yang telah dilaksanakan pada 17 Januari 2009 kemarin merupakan salah satu event yang berkesan karena meliputi berbagi aspek, fun, challenging dan kebersamaan. Venue yang digunakan juga memiliki suasana dan view yang jarang ditemukan di Jakarta. Dengan pengalaman yang saya dapatkanini saya akan mempromosikan kepada orang lain.
Saran :
• Konsumsi yang diberikan kepada para visitor kurang memadai dan sesuai harapan (Ex: Nasi cukup keras) tetapi Snack (Brownies) sangat enak.
• Kurang atraktif maka masing-masing kelas kurang membaur (berkelompok)
• Waktu pembuatan keramik (Clay) hanya sebentar (1 Jam)
• Acara kurang bervariatif hanya games dan fun with clay

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar